Jumat, 06 April 2018

Kajian Islam membahas tentang Keutamaan Bersyukur dan Istighfar oleh Ustadz Akib Junaid. Kajian digelar pada Sabtu 8 April 2017 Ba'da Shubuh di Masjid Baiturrahim Galaxy. Semoga Allah SWT menganugerahkan kepada kita kemampuan untuk selalu bersyukur dan meminta ampun kepada-Nya. Selamat menyimak:


Tonton Kajian, Klik Play

Minggu, 01 April 2018

Oleh Ust Hidayatullah, SH.I, MH.I (Pengasuh Ponpes Hidayatullah Bekasi)





MENARIK memang silaturahim ala Gardakota ini. Bersilaturahim plus mengasah iman. Selain bisa bersilaturahim dengan teman-teman baru, bisa mengecas iman lewat taklim/pengajian dan sholat lail. Dilengkapi ba'da shubuh dengan zikir pagi dan tadarus Al-Qur’an.

Program yang digagas oleh anak-anak muda Gardakota ini sudah kedua kalinya diadakan. Pertama bulan lalu diadakan di daerah Muara Kamal - Jakarta Utara, kedua di Masjid Ar-Rahman, Pejaten Timur - Jakarta Selatan ini.

"InsyaAllah, program ini akan diadakan tiap bulan bekerja sama dengan DKM Masjid se-jabodetabek, Laznas BMH (Baitul Maal Hidayatullah), Oke Oce Masjid, dan elemen umat Islam lainnya," ujar Ust. Muhammad Isnaini, SE selaku Ketua Gardakota dan Sekjen DPW Hidayatullah Jabodebek ini.

Taklim kali ini diisi oleh Ust. Akib Junaid Qohar, seorang Muballigh kondang Jakarta, lalu dilanjutkan Taujih Ruhiyah oleh Ust. Ir. Abu 'Ala Abdullah, M.HI sebagai Ketua Dewan Mudzakarah Hidayatullah.

Program yang sangat dinantikan masyarakat ini bertujuan untuk mengajak masyarakat agar lebih dekat dan akrab dengan masjid, semangat beribadah, suka bersilaturahim, dan menghidupkan syiar Islam. Programnya antara lain mulai dari Mabit, SMK (sholat malam keliling), taklim, belajar Al-Qur’an, hingga BBM (bersih-bersih masjid).

Keutamaan Silaturahim
Memang silaturahim memiliki banyak keutamaan dan kebaikan bagi yang melakukannya. Selain perintah Allah subhanahu wata'ala (QS. An-Nisa': 1), silaturahim juga dapat memperbanyak rizki dan memanjangkan umur.

Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam:

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ أَوْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

"Barang siapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi”. (HR. Muttafaqun ‘alaihi)

Silaturahim selain menyambung kembali hubungan yang pernah terputus baik dari keluarga/kerabat, teman maupun pihak lain, bersilaturahim juga menyambung hubungan baru dengan orang lain seperti tetangga sendiri, teman kerja, dan kaum muslimin lainnya.

Subhanallah, ternyata silaturahim yang kelihatannya amalan sederhana namun memiliki keutamaan yang besar. Siapa yang ingin banyak rizkinya? Siapa yang ingin panjang umurnya? Tentu kita semua menginginkannya. Maka hendaknya rajin bersilaturahim.

Cukuplah bagi kita dengan ayat-ayat Allah dan hadits Rasulullah sebagai motivasi untuk terus menjaga dan menguatkan silaturahim.

Akhirul Kalam
Yuk mari kita gencarkan silaturahim diantara kaum muslimin. Kita jaga, rawat dan kuatkan. Plus mari terus kita mengasah iman lewat pengajian/taklim, sholat lail, zikir, dan amalan ibadah lainnya yang mana itu semua terangkum dalam program dan kegiatan Gardakota ini.

Smoga program dan kegiatan Gardakota ini bisa istiqomah dan semakin semarak kedepannya.

"Aamiin ya Allah ya Robbal 'aalamiin."

Sabtu, 13 Januari 2018

Kajian Islam membahas tentang "Belajar dari Sejarah" oleh Ustadz Akib Junaid. Kajian digelar pada Sabtu 13 Januari 2018 Ba'da Maghrib di Masjid Baiturrahim Galaxy. Semoga Allah SWT menganugerahkan kepada kita kemampuan untuk selalu bersyukur dan meminta ampun kepada-Nya. Selamat menyimak:


Tonton Video, Klik Play

Jumat, 04 Agustus 2017


Gerakan Dakwah Komunitas Taqarrub (Gardakota) merintis pendirian Rumah Tahfidz Al Quran yang diperuntyukkan untuk kalangan dhuafa khususnya anak-anak nelayan di Penjaringan, Jakarta Utara.

Salah seorang pengasuh santri, Ust Syaharuddin Yusuf, mengatakan kegiatan Rumah Tahfidz Al Quran telah berjalan secara rutin dengan menempati sebuah rumah yang dipinjamkan oleh seorang dermawan muslim.

Rumah Tahfidz Al Quran ini diharapkan dapat menjangkau anak-anak dhuafa para anak nelayan di Jakarta Utara. Hal ini menurut Syaharuddin perlu dimassifkan sebab pembinaan keagaamn anak-anak pesisir pantai teluk Jakarta ini cenderung terabaikan.

"Padahal mereka adalah generasi muda muslim yang akan besar dan menjadi dewasa. Bagaimana jadinya jika tidak sedari dini dilakukan pembinaan dan penanaman nilai-nilai luhur ajaran Islam," kata Syaharuddin.   

Lelaki kelahiran Bone, Sulawesi Selatan, ini berharap program  pembinaan yang diinisiasi oleh Gardakota ini dapat terus maju dan berkembang sehingga bisa menjangkau lebih banyak lagi pembinaan untuk generasi.

Dalam penyelenggaraannya, puluhan santri peserta didik ini tidak dipungut biaya sepeserpun. Bukannya memiliki dana yang cukup, bahkan nihil. Gardakota pun berharap program ini mendapat dukungan dari pemerhati dan pihak-pihak terkait.

"Guru ngaji adalah relawan yang disiapkan oleh Gardakota. Gajinya tidak ada. Masa harus nunggu ada duit, sementara mereka adalah generasi muda anak-anak kita yang harus mendapatkan pembinaan keagamaan," ujarnya.

Gardakota berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu dan kualitas program tersebut. Dukungan para dermawan muslim tentulah sangat diharapkan untuk kelangsungan program keummatan ini. (ybh/hio)

Diberdayakan oleh Blogger.